Pages

Selasa, 02 Oktober 2018

Tentang Perjuangan Mengatasi Infertilitas Dengan Program Bayi Tabung

Faktanya tidak semua pasangan memperoleh kemudahan memiliki buah hati, yang mana sebagian harus melalui jalan perjuangan melawan Infertilitas (Info lengkap IVF : www.maupunyaanak)
Lebaran lalu, saat kumpul keluarga besar aku bertemu beberapa saudara sepupu dan berbagi kisah perjalanan sepanjang tahun lalu. 

Sebagai ibu-ibu yang belum tua tapi tidak lagi muda juga salah satu yang kami bahas tentu saja tentang program penambahan anak. Aku dan beberapa sepupu perempuan yang memiliki rentang usia sama, antara 35-40 memang punya kisah yang mirip. Sama-sama baru anak satu dan belum berhasil menuju program anak kedua.


Tapi ada yang mengkhawatirkan dari kisah ini, ternyata meski sudah pernah hamil dan memiliki anak, tidak menjamin kelancaran menuju anak kedua. Apalagi dengan jarak kehamilan yang sudah lumayan jauh. 

Bersama para sahabat hebat yang masih menjalani ikhtiar menjemput rejeki "Kepercayaan memiliki buah hati" (foto by Mak Memez)

Deretan sepupuku rata-rata menikah muda, anak pertama mereka sekarang sudah berusia belasan. Duduk di bangku SMA. Merasa sudah tidak repot lagi dengan anak pertama, maka programlah anak kedua. 

Namun ternyata belum sesuai harapan. Bahkan sudah lepas kontrasepsi 2-5 tahun lebih, tapi tetap belum muncul tanda-tanda kehamilan. Ada satu yang sempat hamil anak kedua, namun baru berusia sekian minggu mengalami keguguran dan sudah berlalu sekian tahun belum ada tanda-tanda hamil lagi meski sudah tidak menggunakan kontrasepsi.

Masih dalam suasana mudik, cerita berlanjut ke daerah lain, Surabaya. Salah satu keponakan yang sudah menikah 8 tahun, juga belum menunjukan tanda kehamilan. Untuk usaha, jangan ditanya bagaimana usahanya selama ini. 

Bahkan saat itu hingga sekarang saat aku menuliskan kisah ini, mereka menjadi pasien tetap salah satu obgyn di Surabaya. Menjalani serangkaian konsultasi dan terapi sebagai salah satu usaha untuk hamil.

Dalam obrolan dan sharing santai kami, sempat kami angkat tentang bayi tabung. Tapi keponakan ku sampai pada satu kesimpulan bahwa "Untuk ke arah ini, kami masih harus mikir ulang. Karena butuh mental, fisik dan materi yang nggak main-main. Kami harus mengumpulkan info dan data sebanyak-banyaknya dulu biar hasilnya maksimal. Karena tetap ada kemungkinan gagal dan kami belum tentu siap dengan hal itu"

Memang sangat sensitif kalau menyangkut soal kehamilan. Belum lagi kalau ketemu keluarga, kerabat, teman yang perhatiannya berlebih dan langsung nanya "Belum hamil juga?", "Masih nunda?" Atau "Kapan nambah?" Tambah deh sensitifnya :D

Iya, kalau aku yang ditanya sih lempeng saja ditanya “Kapan nambah?” dan tak ambil pusing buat menjelaskan bagaimana persiapan dan deg-degannya aku terntang plan anak kedua, tapi kan nggak semua orang kaya aku ya. Jadi tahan diri ya buat banyak bertanya hal sensitif ke orang lain meski kenal :D

Sedang dalam masa mempersiapkan rencana kehamilan kedua (dengan jarak yang cukup jauh, 10 tahun) ditambah sering jadi tempat curhat saudara, akhir-akhir ini aku jadi rajin stalking dan mengumpulkan info tentang program kehamilan. Suka stalking ajun IG selebritis dan selebgram hingga blog dan web yang sharing info program kehamilan. Dari Inseminasi hingga bayi tabung.
Wajah ceria setelah mendapat percerahan dan sharing tentang IVF versama Merck, PERFITRI dan Cosmopolitan

Antara khawatir dengan diri sendiri dan perhatian ke saudara dan beberapa sahabat yang masih belum memiliki buah hati dalam sekian tahun pernikahan. 

Mencari banyak informasi, kalau ngobrol biar bisa bertanya, menjawab atau mengangkat topik yang tepat. Tidak menyinggung sensitifitas personal. Karena bagaimanapun kondisinya, memiliki buah hati adalah impian setiap pasangan. Namun masalah kesuburan terkadang salah satu kendala yang bahkan baru disadari jauh setelah pernikahan berjalan. 

Hingga beruntung bisa hadir di salah satu acara Community Gathering Cosmopolitan  didukung PT Merck Tbk dan Perhimpunan Fertilisasi In-Vitro Indonesia (PERFITRI)  pada 15 September 2018 di Shophaus yang membahas "Memahami Proses Bayi Tabung Sebagai Solusi Masalah Kesuburan di Indonesia".
dr. Aida Riyanti SpOG,MSc Rep

Hadir bersama teman-teman dari KEB dan media, kami mendapat pencerahan dan paparan menarik tentang program bayi tabung dan masalah kesuburan di acara ini. Sharing pertama dari dr. Aida Riyanti SpOG,MSc Rep. Ibu dokter yang juga sedang mengandung ini memaparkan jelas banget tentang Infertilitas (Ketidaksusburan).

Dalam pengertian klinis yang digunakan WHO yaitu permasalahan sistem reproduksi yang digambarkan dengan kegagalan untuk memperoleh kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual minimal 2-3 kali seminggu secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

Warning banget untuk pasangan yang baru meikah, apabila 12 bulan belum mendapati tanda kehamilan sebaiknya langsung konsultasi ke SpOG. Karena semakin cepat kita tahu penyebabnya, semakin mudah membuat plan ke depan.

Dan berdasarkan data WHO secara global diperkirakan ada 8-10% pasangan  atau sekitar 50-80 juta pasangan mengalami kasus infertilitas. Usia sangat berperan mempengaruhi masalah kesuburan, pada wanita saat memasuki usia 30 tahun akan mulai menurun. Dan secara drastis menurun saat memasuki 35 tahun. Sedangkan pada pria kualitas sperma menurun pada usia 40-45 tahun.

Dan aku merasa mendapat jawaban atas obrolan dan curhatan sepupu-sepupuku yang mengalami kesulitan hamil lagi. Faktor usia bisa jadi salah satu penentu. Bagi yang belum pernah memiliki anak sebelumnya, bisa karena gangguan sperma, gangguan pematangan telur, sumbatan saluran telur dan unexplained infertility.

Penyebab eksternal seperti gaya hidup dengan stres tinggi, alkohol, lingkungan yang tidak sehat, asap rokok dan sebagainya. Hati-hati ya anak cewek yang sering terpapar asap rokok sebelum menikah, bisa banget mempengaruhi kesuburan. Jadi kalau cari pacar mending cari yang bukan perokok deh.

Dan yang paling penting dipahami, masalah kesuburan tidak hanya tentang satu pihak, tapi kedua pihak. Baik laki-laki maupun perempuan, sama-sama bisa mengalami infertilitas. Suka sedih kalau ada kisah pihak perempuan yang selalu disalahkan dan dianggap penyebab utama karena belum juga hamil.
dr. Aviela Beeleonie, SpOG dengan penjelasan detail dan mudah dimengerti dalam sharing penuh semangatnya

Pamaparan kedua dari dr. Aviela Beeleonie, SpOG yang menjelaskan tentang program bayi tabung atau IVF. 

Ayo, pertanyaan umum pertama apa yang terlintas tentang program bayi tabung? Kalau aku jujur “Kenapa mahal?” dan terjawab dalam diskusi ini. Bahwa mayoritas obat-obatan (hingga 70%) yang digunakan itu semua masih import yang pajak masuknya lumayan dan tergantung banget sama dollar.

Prosesnya adalah dengan merangsang ovarium agar menghasilkan sperma yang banyak dan dibuahi dengan sperma pasangan (kalau di luar negeri boleh dengan donor sperma, kalau di Indonesia masih tabu ya) di laboratorium. Setelah ada 2-3 permbuahan baru akan dimasukan kembali ke rahim. Tentunya setelah melalui bermacam tahap pemeriksaan kedua pasangan.

Bedanya dengan inseminasi, kalau inseminasi itu sperma dimasukan ke ovarium dengan sel telur yang dianggap siap untuk dibuahi. 

Saat ini di Indonesia terdapat 32 rumah sakit yang menyediakan terapi kesuburan dengan teknologi IVF dan tersebar di beberapa kota besar Indonesia. Dan semua layanannya berada dalam pengawasan  Kemkes dan PERFITRI. 
Mak Vita dalam rangka menanyakan rentetetan info yang ingin diketahuinya, semnagat ya mak dengan usahanya

Ada beberapa pertanyaan yang pasti juga terlintas di benak banyak orang
Apakah bisa memprogram jenis kelamin dalam program IVF? Disarankan untuk menerima apapun hasil pertama kali saat program tanpa memilih.

Apakah kesehatan bayi tidak mengkhawatirkan? Tidak, karena sudah teruji keberhasilan dan keamananya selama 40 tahun, kelahitran pertama pada 1978. Kondisi bayi juga sama sehatnya dengan bayi dari proses kehamilan alami. Dan tercatat sudah ada 2,5 Juta bayi di dunia yang berhasil dilahirkan dengan bantuan teknologi IVF oleh Merck.
Semakin dini dilakukan, probabilitas memiliki keturunan akan semakin besar.

Namun dengan semakin meningkatnya minat pasangan di Indonesia yang mengalami infertilitas mempertimbangkan untuk memilih IVF, ternyata informasi rujukan klinik IVF masih sangat terbatas di Indonesia. Padahal program bayi tabung pertama di Indonesia sudah ada sejak 1988.

Dengan komitmen membantu pasangan yang mengalami infertilitas di Indonesia, Merck bersama PERFITRI mengahdirkan www.maupunyaanak.com yang isinya lengkap banget untuk pasangan yang merencanakan mengikuti program IVF. 

Menariknya di web ini tu ada tahapan-tahapan informasi yang bisa kita ikuti. Seperti yang terrgambar di bawah ini. 



Termasuk panduan mencari lokasi terdekat dengan tempat tinggal kita, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi karena di Indonesia sudah lengkap fasilitasnya.



Dari informasi lengkap di web ini, pasangan bisa membuat pertimbangan dan menentukan di klinik mana yang sesuai untuk melaksanakan program. Bisa juga untuk membuat survey dalam mencari kesan pertama, servis  tambahan setiap klinik, teknologi yang digunakan, support sistemnya hingga masalah biaya.

Memang soal anak juga soal rejeki, terkadang hanya Tuhan yang tahu seberapa siap kita untuk diberi kepercayaan. Namun ikhtiar tetaplah wajib, salah satunya ya dengan IVF. Soal hasilnya bagaimana nanti, serahkan semua dalam doa. Karena yang paling uatam adalah beruaha, menyerahkan semua proses pada ahlinya dan percaya bahwa semua usaha ada hasilnya.

29 komentar:

  1. Web MaupunyaAnak terntu akan sangat membantu para pasangan yang ingin mencoba program bayi tabung. Semoga klinik-klinik yang support program ini semakin banyak juga dan semakin tersebar di Indonesia

    BalasHapus
  2. Teman sekolahku setelah bertahun-tahun nggak punya anak, akhirnya nyobain program bayi tabung, kalo nggak salah di Surabaya. Syukurlah berhasil dengan baik, lahir anak laki2 sehat :)
    Senang banget, sekarang ada web maupunyaanak yg tentunya sangat bermanfaat sekali bagi pasutri yang ingin ikut program IVF.

    BalasHapus
  3. Tp program bayi tabung masih Mahal ya mak..

    BalasHapus
  4. Wah, membantu banget buat mereka yang menanti buah hati.

    BalasHapus
  5. Suka sedih ya Mak kalo menemui kejadian begini. Orang banyak yang berjuang keras demi mendapatkan anak, sementara di tempat lain tidak sedikit pula yang tega menyia nyiakan anak. NaudzubillaNaudzubillahimindzaalik.

    Semoga dimudahkan semua pasangan yang belum memiliki keturunan untuk segera memiliki.

    BalasHapus
  6. Terbuka banget jadinya Mbk,makasih sharingnya. Aku juga udah ditanya, kok belum nambah2?

    BalasHapus
  7. Semoga buat semua perempuan yang berencana memiliki momongan bisa segera dikabulkan. Aamiin

    BalasHapus
  8. Cerita dari teman yang pernah program bayi tabung, siapkan uang 120juta-an, itupun belum tentu berhasil. Alhamdulillah dia malah bisa hamil dengan cara alami setelah ikhtiar kesana-kemari.

    BalasHapus
  9. Berusaha harus wajib dilakukan dan diiringi dengan doa serta ikhtiar

    BalasHapus
  10. Sepupu sudah 8 tahun menikah belum jg hamil akhirnya tahun 2016 ikut program bayi tabung di Yogya mba alhamdulilah lahirlah anak perempuan sehat dan selamat. Kakak kandung saya juga persis yg dialami sepupu2 mba, sudah lepas KB sejak berapa tahun silam susah sekali untuk punya anak kedua skrg anaknya udah 10 tahun. Bahkan kaka syaa sampe tiap bulan suntik hormon don kontrol terus ke obygn nanti aku kasih tau link ini ah semoga ikhitianrnya mebuahkan

    BalasHapus
  11. Ya Allah mbak, aku kok mellow yaa baca tulisan ini. Anak bener rizki dan kuasa dr Allah ya. Ga ada jaminan anak pertama dikasih cepet, yg kedua juga cepet. Karna banyak juga yg program anak kedua dan belum dapet setwlah bertahun-tahun. Jadi merasa bersalah dan harus banyak2 istighfar kalo ditanya kapan nambah, trus dengan entengnya jawab dua tahun lagi. Kayak saya punya kuasa aja :(

    BalasHapus
  12. Mbak, di alinea yg bunyinya "prosesnya adalah merangsang ovarium menghasilkan sperma dst", maaf ini mmg benar sperma atau harusnya sel telur ya?

    BalasHapus
  13. ikut mendoakan semua yg berusaha untuk menjemput rizki Allah berupa buah hati..
    ada banyak jalan yang bs diupayakan, yg pasti ikhtiar semoga dimudahkan

    BalasHapus
  14. Beberapa temanku banyak yang pakai bayi tabung dan berhasil. Seneng banget sih kalau ada program program semacam ini. Semoga bisa dijangkau juga untuk keluarga sederhana yang benar benar menginginkan momongan yaaa

    BalasHapus
  15. Sekarang ini aku gak berani nanya2 soal anak pada pasangan yg belum punya. Ya karena kita tidak tahu kan, bisa saja mereka sedang berusaha banget punya momongan. Saudaraku ada yang lbh 10 th blm ada anak. Udah niat progam eh malah kurang sabaran. Bisa nih info ini kukasih ke dia

    BalasHapus
  16. Anak benar-benar rejeki dari Allah ya. Dan terapi kesuburan dengan teknologi IVF yang ditawarkan oleh 32 klinik yg tersebar di beberapa kota besar Indonesia, semoga membantu para pasangan suami-istri mewujudkan impiannya memiliki keturunan

    BalasHapus
  17. Dengan adanya web maupunyaanak tentunya lebih memudahkan ikhtiar pasangan yang rindu momongan. Moga semua dimudahkan ikhtiarnya. Aamiin. Terimakasih info tentang IVF nya mba.

    BalasHapus
  18. Depet ilmu bermanfaat banget ya Mak bisa hadir di acara tersebut. Jadi bisa tau apa itu IPV atau pun inseminasi.

    Bener banget tuh, Mak. 12 bulan setelah menikah kalau belum hamil harus cek ke dokter. Apalagi kalau frekuensi berhubungan dan waktu berhubungannya di momen masa subur yg seharusnya besar kemungkinan untuk hamil. Tapi masih banyak masyarakat yg merasa biasa aja karena alasan belum rezeki. Padahal ikhtiar itu juga penting.

    BalasHapus
  19. Semoga segera hamil lagi ya Mbak. Program bayi Nabung ini bukan main mahalnya. Nggak berani coba hehe

    BalasHapus
  20. Semangat ya teman-teman, semoga ikhtiarnya menjadi doa manis dan diberikan kado oleh Allah. Aku dulu perkawinan masuk 7bulan langsung program karena tautan usia 11th dengan suami, alhamdulillah setelah itu diberikan kepercayaan oleh Allah. Rasanya kalau aku boleh curhat, duh ilah mau curhat. Saat kita sampai di titik terakhir dan mengikhlaskan semuanya tanpa berucap kata ikhlas tetapi hati dan pikiran yang mengikhlaskan semuanya insya Allah diberikan yang terbaik.

    BalasHapus
  21. Iya mbk soal anak itu rejeki Allah tapi kita perlu ikhitar. Kalo ada rejeki ga ada salahnya cobain program bayi tabung ini

    BalasHapus
  22. Pantesan mahal ya. Lha wong semua obat-obatan yang dipakai untuk bayi tabung masih import semua... Hmm...

    BalasHapus
  23. Betul banget mak, soal anak itu memang rejeki dari Allah. Ihtiar tetap perlu dilakukan ya, salah satunya dengan IVF ini. Semoga emak2 yang memutuskan untuk mengambil cara ini diberikan kesehatan dan ketabahan selalu.

    BalasHapus
  24. Lengkap banget infonya, Mak Icoel. Berdasar pengalaman sendiri, IVF pun jg hrs disertai dengan mental yg kuat. Tak sedikit yg sudah 4x IVF dan keduanya normal, tetap blm diberi amanah momongan. Tugas kita ikhtiar terus dan jangan lupa bahagia atas rencanaNya. ^_^

    BalasHapus
  25. Informatif banget mak, Bagi semua yang berharap punya anak lagi, semoga diberi kemudahan mendapatkan keturunan InsyaAllah.. *sama banget rasanya kalau ditanya "kapan nambah adik buat si sulung?" Ya cuma senyumin aja dan minta doain.. hehe

    BalasHapus
  26. semangaaaat buat bueubu dimanapun berada yg sedang berjuang untuk mendapatkan buah hati, program bayi tabung memang patut dicoba bagi pasutri yg ingin segera punya keturunan

    BalasHapus
  27. Semangat buat ibuk2 yang berjuang untuk dapet keturunan.. atau menambah lagi... Semoga segala usaha dilancarkan dan sukses...ya...

    BalasHapus
  28. Saya juga lebih hati-hati kalo nanya soal sensitif terutama tentang anak. Apalagi dulu pernah ngerasain betapa rasanya lama sekali punya anak. Thanks for sharing Mak. :)

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...