Pages

Jumat, 15 Juli 2016

Melukis Sejuta Kenangan Dengan Kamera Ponsel




"Apa arti hidup jika tanpa kenangan?"


Ya, setiap orang hidup pasti akan selalu meluangkan waktu untuk flashback ke belakang sejenak, merangkai banyak hal yang pernah dilalu. Baik itu kenangan kurang menyenangkan, apalagi yang membahagiakan.

Kenangan akan menjadi pengalaman sendiri untuk bagi setiap orang untuk diolah menjadi cerita indah, saat kenangan yang terpatri membahagiakan. Dan dijadikan pelajaran berharga saat kenangan tersebut kurang menyenangkan.




Ketika kenangan kini juga bukan tentang foto saja, tapi juga video (video diambil menggunakan ASUS Zenfone)


Kenangan adalah lukisan kehidupan yang akan selalu penting dalam perjalanan setiap manusia, itu
menurut saya, entah menurut sahabat semua :D

Setiap mudik lebaran atau liburan ke Tulungagung Jawa Timur, tak pernah ketinggalan saya selalu mampir ke rumah sahabat yang mulai saya kenal sejak 16 tahun yang lalu. Saat kami bersama berstatus sebagai karyawan sebuah Grup Toko terkenal di Tulungagung. Sejak itu kami jadi Best Friend Forever alias #BFF :D

Dua hari yang lalu saya ke rumahnya untuk pamit kembali ke Jakarta, mengakhiri masa mudik 2016 sambil ngobrol seru seperti biasa. Tiba-tiba saya dikejutkan dengan seonggok album foto usang yang sampulnya sudah lenyap. Sebagian fotonya juga agak rusak terkena air. Tapi saya mengenal setiap sosok dalam lembaran-lembaran foto yang mulai lengket dengan plastik album foto itu. Salah satunya adalah wajah saya sendiri.

Obrolan pun akhirnya terangkai ke masa lalu, tentang semua peristiwa yang mengitari foto tersebut. Kami jadi ingat, kenangan dan kisah-kisah membahagiakan hingga kisah pilu yang ada di balik foto tersebut. Mulai dari acara kumpul makan-makan semua teman kerja, sampai selesai acara ada seorang sahabat kami yang sudah cukup berumur sakit berkepanjangan.

Mengcapture fajar dalam sebuah perjalanan (foto diambil dengan ASUS Zenfone)

Sakit yang mulanya hanya kecapekan saja ternyata berkepanjangan, jadi akut hingga Beliau berpulang menghadap Sang Pencipta. Ya, dari sebuah foto akan selalu terangkai banyak kisah penuh kenangan. Kenangan yang berwarna, penuh sejuta rasa. Rasa manis, pahit, asam, asin kehidupan.

Dan saya adalah seorang yang hobi membuat, mengambil, menciptakan atau menjadi sosok dalam foto. Jauh sejak era “narsis dan eksis” ramai seperti sekarang, saya adalah orang yang tergolong sentimental tentang kenangan, sejarah kehidupan, karena itu hobi mengumpulkan dan melukis kenangan melalui foto dengan bermacam hasil yang didapat.

Berjuta kenangan manis dan sedih dalam deretan foto 15 tahun yang lalu (diblur untuk privacy, karena mayoritas yang ada di foto sekarang telah berhijab :D)
Kenangan indahnya, selain kegembiraan, saat foto ini tercipta berat saya masih 42 Kg loh ^_^
Foto diedit menggunakan ASUS Zenfone


Ya, bagi saya foto adalah sejuta kenangan. Dan bicara tentang foto tak akan lepas dari bahasan gawai yang digunakan untuk menciptakannya. Saat menatap album foto usang di rumah Sita, kami ingat itu semua diambil menggunakan kamera jadul dengan rol film coklat.

Soal hasil foto, tidak usah dibahas, pasti tahu lah ya bagaimana. Mulai dari sosok paling pinggir kepotong, hanya masuk separo hingga gambar blur dan buram. Saya akan tetap menyimpannya. Karena dulu hal itu tidak ada pilihan. Dengan kamera jadul tanpa layar pantau hasil, tanpa fasilitas delete atau edit maka kita harus menerima semua hasil.

Belum kalau mengalami hal menyesakan, rol film yang dipasang kurang tepat. Saat rol film dikeluarkan dan dicetak hasilnya ZONK!!!

Ketika membincang kamera ponsel juga bicara tentang mudahnya belajar motret yang bagus, foto ini mengingatkan kenangan tentang bagaimana saya harus jongkok kepala nunduk sampai 5 centi jaraknya dari tanah hanya untuk mendapat foto detail (micro) bunga bawang (foto menggunakan ASUS Zenfone)

Rol film memang bisa dibeli lagi, tapi waktu dan situasi yang terlewat tak bisa terulang lagi. Maka kenangan yang ingin disimpan dalam lembaran foto pun harus rela lenyap tak tersisa, menyesakan. Dan saya pernah mengalaminya.

Saat ini? bersyukur hidup di era yang serba mudah untuk urusan teknologi. Di mana semua produsen berlomba menciptakan berjuta inovasi utuk memuaskan pengguna seperti saya. Mengalami era membawa kamera poket dengan rol film, sekarang bisa memiliki hanphone dengan kamera yang oke punya, tentu pengalaman luar biasa untuk saya. Saat handphone tidak sekedar untuk berkomunikasi.

Dan kamera ponsel adalah tentang mudahnya menciptakan kenangan betapa eksis & narsisnya saya di manapun dan kapanpun (diambil menggunakan ASUS Zenfone)


Tapi lebih sekedar dari itu, menciptakan kenangan tanpa batas. Tanpa perlu membawa sangu bijian batrai dan cadangan rol film saat 36 jepretan pertama habis. Saat kamera hanya berupa benda kecil berupa hanphone dengan spesifikasi unggulan bisa masuk ke kantong jaket, baju atau celana dan bisa saya bawa ke mana saja, melukis kenangan menjadi semakin mudah.

Dan di era sekarang, melukis kenangan juga tidak hanya tentang foto tapi juga tentang video. Ketika membuat video singkat ala emak-emak tapi dengan kuwalitas yang lumayan bukan lagi hal yang sulit. Atau sekedar fancam ringan untuk sekedar happy dan membuat sejarah untuk bisa kembali di putar di masa depan. Semua adalah hal mudah sekarang, cukup dengan kamera ponsel.

Karena banyak bagian detik dan menit setiap yang yang saya jalani adalah lukisan kenangan kehidupan, yang selalu ingin saya kenang, bagikan minimal kepada keluarga, buah hati dan anak cucu di masa depan tanpa hambatan.

Dua ASUS Zenfone yang dua tahun ini menemani mengcapture berjuta kisah dan kenangan 

Tentu saja bersama kisah-kisah dibaliknya pasti akan saya rangkaikan untuk mereka agar diambil dan ditiru hal baiknya. Menjadikan pelajaran hal yang kurang baiknya.

Seperti capture perjalanan, agar mereka memiliki semangat agar suatu saat berjuang untuk bisa melakukan perjalanan yang sama. Karena setiap perjalanan sejatinya selalu penuh pelajaran hidup penting sebagai pembelajarn menuju sukses. Mengenal banyak orang dengan beragam tradisi dan cara kehidupan yang ditemui di setiap perjalanan.

Belajar tahu sejarah perjuangan orang tua, melalui foto kenangan bersama teman kerja untu tahu beragam kisah pahit manis dibaliknya. Bahwa hidup juga tentang bekerja keras.

Bahkan dalam posisi saya sebagai blogger yang sering membuat dokumentasi foto dan video, bagi saya hal tersebut juga merupakan “Melukis kenangan”. Bagaimana saat saya kembali membuka sebuah blogpost di blog saya, saya akan terkenang semua rentetan peristiwa yang ada di blogpost itu.

Dengan membaca dan merunut satu persatu foto hingga videonya, akan mengingatkan saya pada rangkaian peristiwa di kisah tersebut. Bagaimana seru, ceria dan penuh tawanya sebuah halal bihalal. Di mana foto makanan, foto keseruan akan juga mengigatkan rentetan peristiwa sebelum dan sesudahnya.

Bagaimana bahagianya memenangkan sebuah lomba blog dan foto-fotonya penuh perjuangan saat membuatnya.

Dan saat ini, di era serba mudah ini memiliki kamera ponsel terbaik yang akomodatif terhadap aktivitas saya adalah sebuah keharusan. Dua tahun ini saya melukis kenangan bersama ASUS Zenfone, sudah ribuan capture kenangan dalam folder dan sebagian tayang di dunia maya telah saya buat untuk kelak dibagikan pada anak cucu kelak. Bisa dibilang dua tahun ini 80% foto blogpost dan social media saya hasil dari capture ASUS Zenfone.

Salah satu blog post yang semua fotonya diambil menggunakan ASUS Zenfone Eksotisme & Secuil Sejarah di Pantai Popoh.

Kenapa saya memilih ASUS Zenfone? Karena sejak pertama kali melaunching smartphonenya pada 2014, ASUS selalu memahami kebutuhan kamera untuk penggunanya di semua type handphone yang mereka keluarkan. Dengan kualifikasi kamera depan belakang yang akomodatif untuk eksis dan narsis, dalam segala suasana, waktu dan semua moment.

Karena kamera ponsel bagi saya dan menurut saya adalah tentang “Melukis kenangan yang abadi”. Karena itu memilih yang tepat untuk menemani mengcapture semua kenangan adalah hal penting. Karena kamera ponsel tidak hanya sekedar tentang tools tambahan pelengkap dalam smartphone , tapi sebuah unsur penting dalam sebuah smartphone.

Bahkan saya salah satu yang mempertimbangkan spesifikasi kamera saat memutuskan membali smartphone baru. karena bisa dibilang kamera ponsel untuk saya adalah “Sahabat untuk melukis kenangan”.

12 komentar:

  1. Kamera handphone ASUS oke banget memang mak, hasil foto jadi bagus :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, kanera depan belakang itu akomodatif banget buat eksis & narsis

      Hapus
  2. aku naksir berat nih sama asus zenfone...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah ikut kan GA ini? Kalau sudah,mari berdo'a semoga rejeki yah ^_^

      Hapus
  3. Ya ampuuun Mak Icoel pernah 42 kg? Bener Mak di ponsel ku juga merekam banyak kenangan, jangan lupa dipindah ya poto-potonya, dan yang bagus-bagus dicetak sekalian hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenangan itu mak,masa laluuu hahaha...sayah pernah kuyus :P

      Folder foto udah penuhh ^_^

      Hapus
  4. Mengabadikan momment2 berharga memang penting ya mak

    BalasHapus
  5. Pengguna setia asus nih ya kayanya mak Icoel :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itaa, ponakan, adek ipar juga pada pake & semua karena rekomen ku hahaha...eh bahkan titip belinya di aku lohh

      Hapus
  6. Terima kasih sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mak, good luck juga untuk GA nya ya :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...