Pages

Jumat, 09 Mei 2014

Edukasi Bahaya Narkoba Melalui Games

dedihumas.bnn.go.id


Pada FGD awal bulan lalu di Kantor BNN Cawang, di jelaskan oleh Bapak yappi Manafe bahwa metode pencegahan penyalahgunaan narkoba yang terbatas pada pencetakan berbagai macam leaflet, booklet, buku, poster (yang menyeramkan) dengan materi, konten yang tidak tepat,  serta testimoni, untuk mengingatkan dan menyadarkan masyakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kurang memberi dampak positif,  bahkan tidak merubah perilaku seseorang. Karena itu metode pencegahan diubah dan disesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang ada dalam masyarakat sekarang. Yang mana pencegahan penyalahguna narkoba sekarang dibagi menjadi tiga tipe pencegahan yaitu :

Pencegahan primer yaitu mencegah sedini mungkin agar masyarakat terutama para anak-anak dan remaja yang berpotensi terpengaruh dijaga dan diperjuangkan agar tidak terpengaruh dan terhindar dari Narkoba.

Pencegahan sekunder yaitu secepatnya mengenali seseorang yang sudah mulai terkena dan terpengaruh Narkoba agar segera diperjuangkan kesembuhannya sehingga tidak terus berlanjut menjadi adiksi atau kecanduan akut sehingga akan membahayakan kesehatan dan nyawanya. Mengajak mereka menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya.
Pencegahan tertiary yaitu saat menemukan seseorang sudah menjadi adiksi alias pecandu akut maka kita sesegera mungkin merehabilitasi mereka agar pulih dari ketergantungan dan dapat kembali bersosialisasi dalam keluarga dan masyarakat.

Sebagai seorang Ibu dari seorang putri yang masih Balita, memiliki banyak keponakan yang mayoritas juga masih balita, dan lingkungan tempat tinggal juga dipenuhi anak-anak yang cukup akrab dengan saya karena mayoritas berteman dengan putri saya membuat perhatian saya sangat terfokus pada pencegahan primer. Yaitu pencegahan sedini mungkin bahkan sejak masih berusia anak-anak. Dengan terus mengedukasi mereka melalui berbagai cara agar selalu tertanam dalam pikiran buah hati bahwa narkoba itu hal buruk yang benar-benar harus di tolak masuk dalam kehidupannya.

Seperti yang diceritakan Bapak Anang Iskandar bahwa beliau selalu “mendendangkan” larangan MoLiMo pada sang putra dari kecil hingga beranjak dewasa. Agar selalu diingat oleh sang putra dan menjadi semacam doktrin untuknya agar selalu menghindari hal yang dilarang dalam ajaran tersebut.

Bagaimana dengan saya? Di era digital saat ini, sudah menjadi keniscayaan anak usia balita sudah fasih memainkan smartphone dengan segala aplikasi di dalamnya. Namun bagi mayoritas anak-anak hal utama yang paling disukainya sudah pasti adalah aplikasi games. Begitu banyak games tersedia dan bisa di download dengan gratis dalam sekejap oleh para orang tua untuk membuat sang buah hati senang. Hal sama yang juga saya lakukan untuk putri saya, di mana saya mengunduh beberapa games yang saya anggap sesuai dengan usianya. Mengingat tentang games, jadi teringat tahun lalu saat peluncuran buku Bapak Thamrin Dahlan yang diadakan di RS Polri, ada sekelumit info yang disampaikan tentang games anti narkoba yang dihadirkan oleh BNN. Dan baru sekarang saya kembali ingat dan berniat mengunduhnya untuk putri saya.

Seperti yang kita tahu melalui stimulasi dini yang bisa dilakukan melalui games seorang anak bisa menerima penjelasan logis dan mudah dipahaminya tentang sebuah kejadian. Melalui games seorang anak bisa menyerap banyak hal. Pasti pernah mendengarkan bahasan larangan bagi anak-anak menonton dan memainkan games dengan tema kekerasan. Karena seorang anak bisa meniru dan dapat terbentuk karakternya mengikuti apa yang dia lihat dan mainkan. Karena itu memperkenalkan games yang tidak hanya sekedar bisa untuk menghibur, tapi juga bisa mengedukasi bagi seorang anak itu sangat penting.

Dan saya yakin BNN menghadirkan games ini adalah untuk bisa dinikmati oleh banyak anak-anak Indonesia, selain untuk sekedar kesenangan bermain juga untuk mengedukasi mereka tentang bahaya Narkoba. Melalui judul dan permainan yang tersedia terlihat nilai-nilai edukasi tentang bahaya narkoba yang diharapkan dapat tertanam dalam pikiran seorang anak sejak dia balita saat memainkannya. Karena semua pasti tahu berdasarkan kajian ilmiah saat diusia balita adalah masa penting seorang buah hati belajar banyak hal yang membentuk karakternya untuk menciptakan anak hebat dan berprestasi di masa depan. Karena diusia anak-anak pikirannya dapat dengan mudah dan cepat menyerap informasi yang diterima dan dilihatnya.

Akhirnya perburuan games anti naroba berlangsung, saya ingat seorang sahabat, Choirul Huda pernah mereportase di blognya tentang games anti narkoba ini sehingga dengan mudah saya bisa menemukan informasinya. Pertama masuk ke http://dedihumas.bnn.go.id . Ini adalah portal online yang memuat informasi tentang games dan berbagai edukasi tentang bahaya narkoba dan berbagai informasi kegiatan BNN. Portal dedihumas singkatan dari Drugs Education & Drugs Informastion. Juga ada kanal konsultasi.

Ada kanal “Cergam” atau cerita bergambar tapi kalau di klik belum ada isi apapun, masih berupa halaman kosong bertuliskan “Cooming Soon, Stay Tune… Halaman ini nantinya akan menjadi halaman untuk cerita bergambar yang berbentuk cerita komik, menceritakan berbagai plot dan sekenario kejadian yang terjadi seputar informasi Humas BNN

Klik kanal “Permainan” maka muncul deretan permainan dilayar utama yang kalau kita buka lewat PC atau laptop semua permanian siap dimainkan. Sedangkan kalau dibuka melalui smatrphone semua games dalam posisi siap diunduh.

Ada logo “Android, IOS (apple) dan Microsoft” yang tinggal kita klik sesuai dengan type gadget kita. Tapi apa yang terjadi setelah klik “Android”? ternyata tidak ada reaksi dan tidak bisa berjalan. Akhirnya saya coba buka melalui Play Store dan mengetik kata kunci “Anti Narkoba” tidak ada satupun games berbahasa Indonesia muncul seperti yang ada di web dedihumas. Saat diketik “Narkoba” saja baru ada muncul tapi tidak banyak, hanya dua yang muncul dilayar utama. Sedangkan yang lain didominasi oleh games buatan luar negeri. Dan menurut saya salah satu penyebabnya kemungkinan karena games BNN ini belum begitu populer dan hanya sedikit yang mengunduhnya.

Dan akhirnya disusul pendapat susulan lain yang kemudian muncul sebuah pendapat dalam pikiran saya bahwa proyek games ini belum maksimal sosialisasi dan pengelolaannya. Karena saat saya menceritakan informasi ini dan merekomendasikan pada keponakan dan kakak yang juga memiliki anak balita yang juga sudah mulai fasih memainkan games di smartphone, mereka malah balik bertanya “Memang ada games anti narkoba dari BNN untuk smartphone?” dan saat saya anjurkan untuk mengecek mereka mengalami hal yang sama dengan saya.tidak bisa mengakses lewat web dedihumas kalau dibuka melalui smartphone. Dan baru bisa lewat Play Store untuk Android. Dan pendapat mereka serupa dengan saya “Kurang sosialisasi dan promosi”. Dari segi tampilan menurut saya juga masih banyak yang perlu diperbaiki. Dan cukup “nyengir” lebar dengan sabar saat putri saya berucap “Ma, gamenya jelek, Icha ngga suka”. Yah, saya tidak langsung memaksakan dan berusaha mendesaknya untuk langsung menyukai games ini. Tapi paling tidak dia tahu ada games Kapten BeNN di smartphone saya yang setiap saat saya masih punya waktu dan bisa untuk menjelaskan padanya apa maksud dan arti cerita dalam games tersebut. Lagipula masih banyak games BNN yang lain yang bisa saya tunjukan ke putri saya yang saya yakin salah satunya pasti ada yang dia sukai nanti.

Kapten BeNN sendiri berkisah tentang tokoh dalam game yang digambarkan berjuang menyelamatkan kota dari serangan Narkoba dari berbagai penjuru dengan membasmi dan menghindari serangan Narkoba. Uniknya serangan-serangan itu digambarkan dalam bentuk gambar dan ikon “tembakan ganja”, “tembakan pil narkoba” yang harus dimusnahkan oleh Kapten BeNN.

Dan saya juga sudah merekomendasikan ini pada beberapa tetangga yang memiliki smartphone dan tentu saja juga memiliki buah hati yang masih anak-anak. Dan reaksi mereka semua sama saat pertama kali memperkenalkan ini pada mereka “Game apaan itu mama Alisha? Anti Narkoba? Baru dengar sekarang deh”

Dari sini sebenarnya bisa menjadi masukan, agar BNN tidak “terkesan” setengah-setengah dan benar-benar menyeriusi bidang ini. Saya adalah salah satu yang yakin, stimulasi dini bagi buah hati melalui media seperti games ini cukup memberi pengaruh yang signifikan.

Bahkan saat saya ngobrol dengan seorang sahabat blogger yang juga ikut aktif menulis Anti Narkoba, Beliau juga belum tahu tentang Games Anti Narkoba ini. Duh ya…merana sekali! Meski menurut saya masih banyak yang harus disempurnakan, deretan games dedihumas ini sangat menarik, selain mengemukakan edukasi tentang bahaya narkoba juga mendidik untuk tetap melestarikan budaya Indonesia dari penampilan para tokohnya. Seperti “Terbang Tanpa Narkoba” yang tokoh utamanya digambarkan menyerupai sosok Gatotkaca. Perang melawan narkoba tokoh utamanya menggunakan pakaian seperti Pangeran Diponegoro. Seperti menyelam minum air, sambil belajar tentang bahaya Narkoba, anak-anak bisa belajar tentang sejarah dan budaya.

Sebenarnya saya mengunduh 2 Games, yang satu Perang Melawan Narkoba, tapi saat sudah terinstal di smartphone Android, game ini tidak bisa dijalankan sama sekali. Klik “selanjutnya” juga tidak bisa. Bahkan ketika kembali saya undah di smartphone type dan merek yang berbeda tetap tidak bisa. Sayang sekali.

Melalui teknologi games sebenarnya banyak yang bisa dilakukan selain hanya jadi penyedia. Untuk sosialisasi secara luas dan melibatkan remaja usia sekolah Menengah untuk terlibat, BNN bisa juga merangkul para remaja SMK jurusan TIK terlibat dalam pembuatan games yang dengan mudah bisa di unduh untuk berbagai flatform smartphone. Bisa berupa lomba kreatifitas menciptakan games atau langsung bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mencari anak yang memang berbakat di bidang ini. Selain dapat menciptakan games, juga menciptakan kegiatan positif untuk para remaja tersebut yang pada usia ini sangat rawan dengan pengaruh buruk Narkoba. Menumbuhkan kreatifitas dan kemauan untuk menciptakan hal-hal berguna tentu akan member kebanggaan tersendiri baik untuk untuk remaja sendiri, keluarga dan pihak sekolah.

Begitu juga dengan Cergam, bisa merangkul anak-anak dan remaja berbakat untuk membuatnya. Tidak hanya Cergam kegiatan BNN tapi juga Cergam berupa Komik dengan jalan cerita Anti Narkoba dengan unsur edukasi yang sesuai dan cocok untuk dinikmati oleh anak-anak dan remaja.

Banyak remaja Indonesia berbakat di bidang ini, namun belum semua mendapat perhatian dan bimbingan khusus untuk mereka bisa mengeksplore kemampuannya secara maksimal dengan berbagai alasan. Ada yang memang tidak disadari oleh orang sekitarnya, seperti keluarga dan pihak guru. Ada juga yang karena keadaan seperti masalah ekonomi. Di mana keluarga tidak bisa memberikan fasilitas penunjang yang maksimal. Dan biasanya remaja-remaja berbakat ini memiliki lebih banyak ide yang original dan lebih paham selera anak sekarang yang sebaya dengan mereka maupun di bawah mereka, karena mereka saat ini adalah generasi Z yang lahir, besar dan setiap hari bergelut dengan dunia digital. Nah, BNN bisa menjadi “sahabat” bagi mereka untuk mengembangkan diri dan berperan dalam menciptakan Indonesia Bebas Narkoba.

Melalui games dan IT sangat banyak yang bisa dilakukan oleh BNN untuk mencegah generasi penerus bangsa ini terjerat Narkoba. Mulai dari pencegahan primer sejak usia dini hingga untuk remaja menjelang dewasa yang biasanya masih sangat labil dan mudah terpengaruh. Bahkan bisa juga dijalankan dalam masa rehabilitasi. Memilah dan melatih penyalahguna narkoba berbakat di IT dan cergam yang sudah dengan rela melaporkan diri ke IPWL mengikuti program P4GN. Selama mengikuti program rehabilitasi mereka bisa dilatih dan dibimbing untuk menciptakan games dan Cergam dan yang bisa “merakyat” alias bisa diterima, disukai dengan cepat oleh anak-anak Indonesia.


Sekali lagi, mencegah melalui berbagai kegiatan positif yang mendidik dan mengedukasi jauh lebih baik dari pada mengobati. Lebih murah biaya mencegah dari pada mengobati. Dan bersama BNN mari wujudkan Indonesia Bebas Narkoba. MAINKAN GAMES-NYA DAN 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...